Mengawinkan Ikan Cupang

Sobat pembaca blog infoqudrat, apakah anda termasuk hobi memelihara ikan cupang dalam akuarium? Mungkin pernah terlintas dalam pikiran Anda ingin beternak ikan cupang dengan cara mengawinkannya. Nah agar Anda sukses Mengawinkan Ikan Cupang, maka ikuti tips berikut.
    Mengawinkan Ikan Cupang
  • Untuk membiakannya atau mengawinkan ikan cupang, pilihlah ikan yang ekornya lebar dan siripnya tebal. Selain itu, ikan memiliki bentuk ekor 180 derajat, badan besar dan ekor memanjang. Pilihlah ikan yang terbiasa bermain ditengah atau dasar air dan bukan di permukaan air. Adapun kombinasi warna cupang yang baik yaitu ikan yang ekornya dengan sirip sempurna dan tidak berantakan.
  • Untuk tempat pemijahan, cupang tidak memerlukan tempat yang luas. Anda dapat menggunakan akuarium kecil, baskom, toples atau ember plastik. Sebelum akuarium tersebut digunakan untuk tempat pemijahan, akuarium tersebut direndam terlebih dahulu dengan larutan PK encer dan akhirnya dibilas dengan air bersih. Adapun untuk mencegah jamur dan penyakit sebaiknya dinding akuarium digosok dan dibilas menggunakan air bersih.
  • Air yang akan digunakan sebaiknya diendapkan selama 3 hari terlebih dahulu. Dengan suhu antara 21-31 derajat celcius atau 25 derajat celcius. Dalam akuarium perlu diberi tanaman yang telah dibersihkan. Misalnya, enceng gondok atau kayu apu.
  • Setelah tempat pemijahan selesai disiapkan, masukan terlebih dahulu cupang jantan ke dalam akuarium dan tunggulah sampai cupang jantan membuat sarang-sarang busa. Jika busa sudah tampak dipermukaan air, masukan cupang betina yang sudah matang kelamin. Selang 3-4 hari perkawinan selesai maka cupang betina akan menghasilkan 200-400 telur yang sudah dibuahi pejantan.
  • Jika cupang betina selesai bertelur, angkat cupang betina tersebut dan biarkan cupang jantan ditempat pemijahan. Mengapa cupang betina dipisah? Hal ini agar  cupang betina tidak memakan telurnya sendiri. Sementara itu, cupang jantan ditinggal dipemijahan karena sangat membantu proses penetasan. Usahakan cupang jantan diberi makan yang cukup agar tidak memakan telurnya. Dan setelah menetas, pisahkan pejantan. Pada usia 2-3 hari, benih tidak perlu diberi makan karena dalam tubuhnya masih terdapat kuning telur. Setelah memasuki hari ke-4, benih perlu diberi makan infusaria atau sejenis plankton yang bisa dibeli di toko ikan hias. Pada hari ke-8, burayak bisa diberi makan kutu air. Menginjak usia 1 bulan, anakan cupang harus dipisahkan sendiri-sendiri dalam botol untuk pembesaran.
Demikian sobat pembaca setia blog infoqudrat, semoga artikel tentang Mengawinkan Ikan Cupang dapat bermanfaat.


0 Response to "Mengawinkan Ikan Cupang"

Post a Comment